Buy now on Amazon Buy now on Barnes & Noble Buy now on Apple Books
Mastering Elliott Wave book by Glenn Neely

Mahabharata Antv Bahasa Indonesia | High Speed

In his classic book, Mastering Elliott Wave, Glenn Neely teaches his revolutionary approach to Wave theory, called NEoWave (advanced Elliott Wave). Continuously in print since its publication in 1990, this groundbreaking book changed Wave theory forever thanks to these scientific, objective, and logical enhancements to Wave forecasting. Step-by-step, Mr. Neely explains his advanced techniques and new discoveries.
Start reading chapter 1 below...

Dewa Indra menjelaskan bahwa di surga, semua jiwa mendapat tempat sesuai dengan karma baik mereka. Para Korawa mati sebagai ksatriya di medan perang, sehingga mereka mendapat surga terlebih dahulu. Sedangkan para Pandawa, karena masih punya dosa kecil (seperti kebohongan perang), harus membersihkannya di neraka sebentar. Yudistira bersikeras ingin menemui saudara-saudaranya. Ia kemudian dibawa ke neraka (Naraka). Di sana, ia melihat Bima, Arjuna, Nakula, Sahadewa, dan Dropadi menderita dalam kegelapan dan darah. Yudistira sangat terpukul. Ia berteriak, "Lebih baik aku tinggal di sini bersama mereka daripada menikmati surga sendirian!"

Tiba-tiba, anjing itu berubah wujud menjadi Dewa Dharma. Dewa itu berkata, "Wahai Yudistira, inilah ujian terakhirmu. Engkau lulus. Masuklah ke surga." Sesampainya di surga, Yudistira tidak melihat para saudaranya atau Dropadi. Ia malah melihat Duryodana dan para Korawa duduk dengan megah di singgasana surga. Yudistira marah dan bertanya, "Di mana saudara-saudaraku yang jujur dan benar? Mengapa pembunuh dan perusak Dharma ini ada di surga?"

Berikut adalah ringkasan cerita bagian Akhir (Antv) dalam Bahasa Indonesia, yang merangkum peristiwa setelah perang besar di Kurukshetra hingga akhir kehidupan para tokoh utama. Mahabharata: Akhir Perjalanan para Pandawa dan Kenaikan ke Surga Setelah 18 hari perang saudara yang dahsyat di Kurukshetra, hampir seluruh keluarga besar Bharata musnah. Para Korawa tewas semua, termasuk Duryodana yang gugur di tangan Bima. Di pihak Pandawa, meski menang, hati mereka diliputi duka yang mendalam. 1. Kesedihan Gandari dan Kutukannya Saat Yudistira menghadap Gandari (ibu para Korawa) untuk memohon maaf, Gandari yang buta namun memiliki mata batin, sangat marah dan sedih. Dalam amarahnya, ia mengutuk Yudistira dan para Pandawa. Ia berkata bahwa meskipun mereka menang, kehancuran keluarga mereka sendiri akan membuat kerajaan mereka tidak akan pernah benar-benar bahagia. Kutukannya: "Wahai Yudistira, karena kalian tega membunuh seluruh kerabat sendiri, maka 36 tahun dari sekarang, seluruh keturunan Yandra (keluarga besar Wresni) akan binasa, dan kalian para Pandawa akan menyaksikan kehancuran itu."

Want to read the next chapter? Buy the book!

Buy now on Amazon
Buy now on Barnes & Noble
Buy now on Apple Books

Mahabharata Antv Bahasa Indonesia | High Speed

Dewa Indra menjelaskan bahwa di surga, semua jiwa mendapat tempat sesuai dengan karma baik mereka. Para Korawa mati sebagai ksatriya di medan perang, sehingga mereka mendapat surga terlebih dahulu. Sedangkan para Pandawa, karena masih punya dosa kecil (seperti kebohongan perang), harus membersihkannya di neraka sebentar. Yudistira bersikeras ingin menemui saudara-saudaranya. Ia kemudian dibawa ke neraka (Naraka). Di sana, ia melihat Bima, Arjuna, Nakula, Sahadewa, dan Dropadi menderita dalam kegelapan dan darah. Yudistira sangat terpukul. Ia berteriak, "Lebih baik aku tinggal di sini bersama mereka daripada menikmati surga sendirian!"

Tiba-tiba, anjing itu berubah wujud menjadi Dewa Dharma. Dewa itu berkata, "Wahai Yudistira, inilah ujian terakhirmu. Engkau lulus. Masuklah ke surga." Sesampainya di surga, Yudistira tidak melihat para saudaranya atau Dropadi. Ia malah melihat Duryodana dan para Korawa duduk dengan megah di singgasana surga. Yudistira marah dan bertanya, "Di mana saudara-saudaraku yang jujur dan benar? Mengapa pembunuh dan perusak Dharma ini ada di surga?" mahabharata antv bahasa indonesia

Berikut adalah ringkasan cerita bagian Akhir (Antv) dalam Bahasa Indonesia, yang merangkum peristiwa setelah perang besar di Kurukshetra hingga akhir kehidupan para tokoh utama. Mahabharata: Akhir Perjalanan para Pandawa dan Kenaikan ke Surga Setelah 18 hari perang saudara yang dahsyat di Kurukshetra, hampir seluruh keluarga besar Bharata musnah. Para Korawa tewas semua, termasuk Duryodana yang gugur di tangan Bima. Di pihak Pandawa, meski menang, hati mereka diliputi duka yang mendalam. 1. Kesedihan Gandari dan Kutukannya Saat Yudistira menghadap Gandari (ibu para Korawa) untuk memohon maaf, Gandari yang buta namun memiliki mata batin, sangat marah dan sedih. Dalam amarahnya, ia mengutuk Yudistira dan para Pandawa. Ia berkata bahwa meskipun mereka menang, kehancuran keluarga mereka sendiri akan membuat kerajaan mereka tidak akan pernah benar-benar bahagia. Kutukannya: "Wahai Yudistira, karena kalian tega membunuh seluruh kerabat sendiri, maka 36 tahun dari sekarang, seluruh keturunan Yandra (keluarga besar Wresni) akan binasa, dan kalian para Pandawa akan menyaksikan kehancuran itu." Dewa Indra menjelaskan bahwa di surga, semua jiwa